Tempe hingga Kimchi, Ini Alasan Makanan Fermentasi Baik untuk Tubuh - Sindo news
2 min read
Tempe hingga Kimchi, Ini Alasan Makanan Fermentasi Baik untuk Tubuh
Selasa, 18 November 2025 - 06:30 WIB
A
A
A
JAKARTA - Makanan fermentasi seperti tempe , yoghurt, hingga kimchi semakin populer karena dinilai bermanfaat bagi kesehatan. Selain memiliki cita rasa khas, berbagai jenis makanan fermentasi terbukti menyimpan nilai gizi tinggi dan berperan dalam meningkatkan sistem imun tubuh.
Guru Besar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam IPB University, Prof Antonius Suwanto, menjelaskan bahwa fermentasi bukan sekadar metode pengawetan makanan tradisional. Proses ini merupakan mekanisme alami yang mampu memperkaya kandungan gizi serta memperkuat daya tahan tubuh.
Baca juga: Dua Kali Gagal, Tempe Kembali Diusulkan Jadi Warisan Budaya Takbenda UNESCO
“Fermentasi adalah proses alami di mana mikroorganisme mengubah karbohidrat menjadi alkohol, asam organik, dan gas,” ujar Prof Antonius, melalui siaran pers, Selasa (17/11/2025).
Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa fermentasi tidak hanya membuat bahan pangan lebih tahan lama, tetapi juga menghasilkan perubahan pada rasa, aroma, dan tekstur. Transformasi ini menciptakan karakter unik pada makanan yang membuatnya digemari banyak orang.
Prof Antonius juga menyoroti tempe sebagai contoh kekayaan pangan Indonesia yang diproduksi melalui fermentasi. “Tempe itu malah lebih ramai, bukan cuma bakteri. Di situ ada kapang dari Rhizopus yang membuat butiran kedelai bisa menyatu. Ada pula banyak ragam bakteri yang berperan sehingga tempe punya aroma, rasa, dan komposisi kimia yang berbeda dari kedelainya,” jelasnya.
Baca juga: Tempe Orek Masuk Daftar Tumisan Terenak di Dunia Versi TasteAtlas
Manfaat utama makanan fermentasi, menurutnya, berasal dari mikroorganisme yang ikut dikonsumsi. Mikroorganisme tersebut berperan menguatkan sistem kekebalan tubuh melalui paparan antigen alami.
“Mengonsumsi makanan fermentasi adalah cara mudah untuk memberikan paparan pada sistem imun terhadap antigen. Antigen dari mikroorganisme inilah yang membantu sistem imun mengenali ancaman dan membentuk antibodi,” terangnya.
Ia menambahkan, “Sel darah putih itu sistem pertahanan utama kita, tetapi mereka perlu dipacu supaya bisa menjadi aktif. Salah satunya dengan memberikan bakteri-bakteri yang tidak berbahaya melalui makanan fermentasi.”
Terkait cara mengonsumsi makanan fermentasi, ia menyampaikan bahwa tempe dan produk fermentasi lainnya tetap baik dikonsumsi dalam keadaan mentah maupun dimasak. Dalam risetnya, Prof Antonius menyebutkan timnya pernah membandingkan efek tempe mentah dan tempe kukus terhadap pembentukan antibodi.
“Hasilnya, tempe yang dikukus memang sedikit lebih rendah dalam pembentukan antibodi dibanding tempe mentah, tapi perbedaannya tidak terlalu signifikan. Keduanya masih jauh lebih baik dibanding kedelai yang belum difermentasi,” paparnya.
Namun, metode pengolahan tetap perlu diperhatikan agar struktur mikroorganisme tidak rusak. “Kalau dibuat keripik, mungkin bakterinya sudah berantakan, jadi kualitasnya lebih rendah dibanding tempe goreng atau tempe bacem,” tambahnya.
Dengan beragam manfaatnya, makanan fermentasi dinilai layak menjadi bagian dari pola makan sehat masa kini. Selain melestarikan pangan lokal, konsumsi makanan fermentasi juga dapat menjadi langkah sederhana untuk menjaga sistem imun tubuh.
“Yuk, jadikan makanan fermentasi sebagai bagian yang tak terpisahkan dari gaya hidup sehat kita,” ajak Prof Antonius.
Guru Besar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam IPB University, Prof Antonius Suwanto, menjelaskan bahwa fermentasi bukan sekadar metode pengawetan makanan tradisional. Proses ini merupakan mekanisme alami yang mampu memperkaya kandungan gizi serta memperkuat daya tahan tubuh.
Baca juga: Dua Kali Gagal, Tempe Kembali Diusulkan Jadi Warisan Budaya Takbenda UNESCO
“Fermentasi adalah proses alami di mana mikroorganisme mengubah karbohidrat menjadi alkohol, asam organik, dan gas,” ujar Prof Antonius, melalui siaran pers, Selasa (17/11/2025).
Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa fermentasi tidak hanya membuat bahan pangan lebih tahan lama, tetapi juga menghasilkan perubahan pada rasa, aroma, dan tekstur. Transformasi ini menciptakan karakter unik pada makanan yang membuatnya digemari banyak orang.
Prof Antonius juga menyoroti tempe sebagai contoh kekayaan pangan Indonesia yang diproduksi melalui fermentasi. “Tempe itu malah lebih ramai, bukan cuma bakteri. Di situ ada kapang dari Rhizopus yang membuat butiran kedelai bisa menyatu. Ada pula banyak ragam bakteri yang berperan sehingga tempe punya aroma, rasa, dan komposisi kimia yang berbeda dari kedelainya,” jelasnya.
Baca juga: Tempe Orek Masuk Daftar Tumisan Terenak di Dunia Versi TasteAtlas
Manfaat utama makanan fermentasi, menurutnya, berasal dari mikroorganisme yang ikut dikonsumsi. Mikroorganisme tersebut berperan menguatkan sistem kekebalan tubuh melalui paparan antigen alami.
“Mengonsumsi makanan fermentasi adalah cara mudah untuk memberikan paparan pada sistem imun terhadap antigen. Antigen dari mikroorganisme inilah yang membantu sistem imun mengenali ancaman dan membentuk antibodi,” terangnya.
Ia menambahkan, “Sel darah putih itu sistem pertahanan utama kita, tetapi mereka perlu dipacu supaya bisa menjadi aktif. Salah satunya dengan memberikan bakteri-bakteri yang tidak berbahaya melalui makanan fermentasi.”
Terkait cara mengonsumsi makanan fermentasi, ia menyampaikan bahwa tempe dan produk fermentasi lainnya tetap baik dikonsumsi dalam keadaan mentah maupun dimasak. Dalam risetnya, Prof Antonius menyebutkan timnya pernah membandingkan efek tempe mentah dan tempe kukus terhadap pembentukan antibodi.
“Hasilnya, tempe yang dikukus memang sedikit lebih rendah dalam pembentukan antibodi dibanding tempe mentah, tapi perbedaannya tidak terlalu signifikan. Keduanya masih jauh lebih baik dibanding kedelai yang belum difermentasi,” paparnya.
Namun, metode pengolahan tetap perlu diperhatikan agar struktur mikroorganisme tidak rusak. “Kalau dibuat keripik, mungkin bakterinya sudah berantakan, jadi kualitasnya lebih rendah dibanding tempe goreng atau tempe bacem,” tambahnya.
Dengan beragam manfaatnya, makanan fermentasi dinilai layak menjadi bagian dari pola makan sehat masa kini. Selain melestarikan pangan lokal, konsumsi makanan fermentasi juga dapat menjadi langkah sederhana untuk menjaga sistem imun tubuh.
“Yuk, jadikan makanan fermentasi sebagai bagian yang tak terpisahkan dari gaya hidup sehat kita,” ajak Prof Antonius.
(nnz)